Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa baraakatuh... Taubat dan hijrah adalah kewajiban kita semua. Kita diperintahkan untuk hijrah dari kemaksiatan, dari kedurhakaan, dari kesyirikan, kekufuran kepada ketaatan, kesholehan, kepada keimanan dan ketauhidan, pada ibadah yang sesuai nabi kita shalallahu alaihi wassalam. Namun yang perlu kita ingat hijrah itu tidak mudah, karena setiap orang yang berhijrah dia harus mendengar firman Allah ta'ala dalam QS. Al Ankabut ayat 2,
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ ﴿۲﴾2.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
apakah manusia berfikir mereka akan dibiarkan begitu saja memproklamirkan iman mereka, taubat mereka, hijrah mereka, lalu mereka tidak diuji oleh Allah subhanahu wata'ala?,
Allah akan uji kita, sehingga terbukti mana yang benar benar hijrah dan mana yang KW dalam berhijrah. Untuk bisa bertahan dalam hijrah, untuk bisa bertahan dalam ujian ujian tersebut kita butuh ilmu saudaraku. Allah berfirman dalam QS. Al Kahfi ayat 68
68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
وَكَيۡفَ تَصۡبِرُ عَلٰى مَا لَمۡ تُحِطۡ بِهٖ خُبۡرًا ﴿۶۸﴾
68. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
Bagaimana anda bisa sabar, bagaimana anda bisa bertahan sedangkan anda menghadapi masalah yang tidak tahu ilmunya
analogi sederhana bagaimana seseorang bisa melewati ujian fisika, kimia matematika sedangkan ia tidak tahu ilmu tentang soal soal tersebut. Begitu pula dengan ujian kehidupan, gak mungkin kita bisa bertahan dalam hijrah kita kecuali dengan ilmu.
Tapi ada sebuah pertanyaan, ketika kita putuskan untuk mendatangi sebuah majlis ilmu, untuk menambah ilmu kita, ilmu apa yang harus kita prioritaskan?, bagaimana kurikulumnya?, apa yang harus kita pelajari pertama kali?,
saudaraku yang dirahmati oleh Allah subhanahu wata'ala, Al Imam Ibnul Mubarok seorang ulama besar, nama yang tidak asing lagi di dunia Ilmu, beliau memberikan jawabannya kepada kita, beliau mengatakan
mereka para sahabat, para tabi'in, ketika belajar mereka mempelajari adab dulu sebelum mempelajari ilmu.
Mereka mempelajari adab dan akhlak sebelum mempelajari masalah masalah yang pelik, masalah masalah ilmu yang besar dan panjang, mereka mempelajari adab, adab kepada Allah subhanahu wata'ala, adab kepada rasulullahi shalallahu 'alaihi wassalam, adab kepada sesama umat islam, adab kepada manusia, mereka mempelajari itu semua, sehingga mereka sukses. Mereka menjadi imam, mereka bukan hanya menguasai ilmu secara teori, namun mereka menjadi teladan, teladan di dalam kehidupan keseharian mereka, disamping kita belajar ilmu aqidah, kita belajar iman, kita belajar ibadah ibadah wajib keseharian, seperti sholat lima waktu.
Materi yang harus kita kedepankan, yang harus kita prioritaskan adalah adab. sebagaimana yang dikedepankan, diprioritaskan oleh para ulama ulama kita, dari sahabat, tabi'in, dan tabiut tabi'in.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar